Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Banten Berikan Penghargaan Karya Cipta Inovasi

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Banten Berikan Penghargaan Karya Cipta Inovasi
Lomba Cipta Inovasi Banten
 
Pemerintah Provinsi Banten memberikan apresiasi dan penghargaan bagi para siswa dan masyarakat umum yang berhasil meraih juara dalam lomba cipta inovasi tingkat Provinsi Banten 2016.
 
Penghargaan dan hadiah bagi para juara tersebut diserahkan Asisten Administrasi Bidang Tata Praja (Asda) I Pemprov Banten Anwar Mas'ud didampingi Kepala Balitbangda Banten Ajak Moeslim di Pendopo Gubernur Banten di Serang, Senin.
 
Peserta yang meraih juara pertama untuk kategori SMA/SMK dan sederajat yakni Hirza Safira dan Fathianissa dari SMAN 2 Kota Tangerang Selatan, dengan karya inovasi 'Up Down Wiper' atau pembersih kaca atau wiper. Juara pertama mendapatkan piala gubernur dan uang pembinaan dari Pemprov Banten sebesar Rp20 juta.
 
Kemudian untuk kategori mahasiswa juara pertama diraih Rizki Ramadhan dan Aldo Suhartono Putra dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dengan karya inovasi yang dihasilkan "Kasitau' atau Aplikasi Pariwisata Untuk Banten berbasis 'Smartphone' untuk menarik konsumen dalam persaingan global.
 
Sedangkan juara ke tiga untuk kategori umum diperoleh Dadang, Ahmad Sulthoni dan Adi Hardianto dari LPK Telematika Training Center Kota Serang, dengan karya inovasi berupa 'SIAKEH' atau Sistem Informasi Penjualan Usaha Kecil dan Menengah.
 
Masing-masing kategori yang menjadi juara mendapatkan piala gubernur dan hadiah Rp20 juta untuk juara pertama, Rp15 juta untuk juara dua dan Rp10 juta untuk juara tiga.
 
Kepala Balitbangda Banten Ajak Moeslim mengatakan, lomba cipta inovasi Tingkat Provinsi Banten dilakukan sejak Juni 2016. Adapun dewan juri yang menilai karya cipta inovasi tersebut dari LIPI, BPPT dan Universitas Bina Nusantara (Binus) untuk penilaian Informasi Teknologi (IT-nya).
 
"Peserta yang mendaftarkan karya inovasi ada 67 orang untuk tiga kategori. Kami mengambil tiga pemenang untuk masing-masing kategori," kata Ajak.
 
Ia mengatakan, tujuan lomba inovasi tersebut untuk menumbuhkembangkan budaya inovasi di masyarakat, karena inovasi mudah dikatakan tapi susah dilaksanakan karena perlu ada rekayasa. Kemudian meningkatkan daya saing daerah terutama memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
 
"Ada lima aspek penilaian yakni kreativitas, dan orisinalitas, komersialisasi, aspek teknologinya, komposisi bahan, komponen dan keamanannya," kata Ajak Moeslim.
 
Asda I Pemprov Banten Anwar Mas'ud meminta Balitbangda menindaklanjuti dari hasil karya inovasi tersebut dengan membuatkan hak paten dan melakukan sosialisasi kepada SKPD dan masyarakat. Sehingga dari hasil karya inovasi tersebut memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat di Provinsi Banten.
 
Apalagi dengan semangat otonom daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap publik. oleh karena itu, Balitbangda ke depan harus mengembangkan dan memfasilitasi peserta lomba karya cipta inovasi  untuk lebih ditingkatkan lagi.
 
"Paling mendesak dan strategis saat ini adalah era MEA. Oleh karena itu kita harus ambil bagian jadi tuan rumah. Karena saya kira sangat urgent untuk pelaksanaan inovasi dalam MEA ini. sehingga diharapkan pelaku industri ini berasal dari anak-anak daerah. Jangan Sampai pembuatan tempe atau tahu misaknya diimpor dari Philipine," Ungkap Asda I Pemprov Banten Anwar Mas'ud disela lomba inovasi tingkat Provinsi Banten di aula Pendopo Gubernur KP3B. 
 
beliau juga menuturkan "Lomba inovasi relevan dengan inovasi daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan publik. Untuk itu perlu dijaga hak paten-nya dan segera disambungkan kepada SKPD serta masyarakat," 
Share this Post:

Berita Lainnya: