Menggagas Pendirian Banten Science Park (BSP)

Menggagas Pendirian Banten Science Park (BSP)

         Pengembangan Science and Techno Park (STP), Science Park (SP), dan Techno Park (TP) merupakan salah satu program nasional butir ke-6 dalam Nawacita Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Tujuan Program ini adalah untuk meningkatkan produktifitas masyarakat dan daya saing industri di pasar global. Pada tahun 2015 Pemerintah telah menetapkan 100 STP dan TP yang dikelola oleh berbagai instansi Pemerintah dan juga sektor swasta. Arah Kebijakan Pembangunan Science Park dan Techno Park telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Perpres No. 2 Tahun 2015.

          Pada sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jerman, China dan Korea Selatan, keberadaan Science Techno Park (STP) terbukti berhasil mendorong daya saing dan pertumbuhan ekonomi lokal berbasis teknologi. Lembaga penelitian dan pengembangan serta perguruan tinggi merupakan salah satu unsur penghasil Iptek dalam bentuk hasil penemuan (invensi). Agar terjadi sebuah inovasi, maka teknologi hasil penemuan harus didiseminasikan, diadopsi dan diterapkan oleh sektor produksi, serta menghasilkan nilai ekonomi.

         Harapan dengan Pembangunan STP di beberapa wilayah Indonesia yang bertujuaan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Pembangunan STP sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi maju,sekaligus pusat wirausaha baru di bidang teknologi maju, komitmen dan dukungan jangka panjang berbagai pihak mulai dari Pemerintah pusat, Daerah, Perguruan tinggi menjadi faktor kunci suksesnya program STP Nasional. Menristekdikti rencana pembangunan 65 STP melibatkan Kemristekdikti 18 Lokasi, Kementrian Pertanian 22 Lokasi, Balitbang Kelautan Perikanan 9 Lokasi, Kementerian Perindustrian 5 Lokasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 9 lokasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional 4 Lokasi dan Lembaga ilmu Pengentahuan Indonesia, Rencananya sisa 35 lokasi STP lainnya akan dibangun tahun 2016, ditargetkan tahun 2017 rampung 100 STP. Beberapa Provinsi telah menginisiasi pengembangan Science Park / Teknopark seperti Provinsi Sumatera Selatan dengan Agroteknopark, Soloteknopark, Bantaeng teknoPark, pelalawan agroteknopark Bandung teknopark, dan lainnya.

         Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Banten bekerjasama dengan Dinas Pertanian tahun 2012 sudah menginisiasi gagasan pembangunan Agrotekno Agrotekno Park dengan memanfaatkan kawasan Citandu (Sistem Pertanian Terpadu) sebagai model pengembangan Agrotekno Park. Terkait dengan hal tersebut, pada tahun ini (2016), Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Banten melakukan Kajian Pengembangan Science Park sebagai bagian Pengembangan STP Nasional yang digagas Presiden Jokowi. Hasil kajian merekomendasikan kawasan Sitandu layak dibangun menjadi Agrotekno Park.

         Balai Penelitian dan Penerapan Teknologi Pertanian, (BPTP) Ciruas bersama-sama dengan stakeholder terkait pernah mengusulkan kepada Kementerian Pertanian agar Sitandu bisa dibangun menjadi Agroscience Park di wilayah Provinsi Banten. Namun karena keterbatasan alokasi Alokasi Pembangunan STP di Kementerian Pertanian. Meskipun tidak mendapatkan alokasi, stakeholder terkait tetap sepakat untuk tetap melanjutkan pembangunan Agroteknopark di Provinsi Banten. Agroteknopark ini kedepan dapat menjadi acuan bagi Kabupaten/Kota yang akan membangun Teknopark-Teknopatk terkait dengan sector Pertanian dalam skala luas. Ketersediaan lahan, sumber pembiayaan, dukungan tenaga ahli, unsur stakeholder telah siap dalam merealisasikannya, hanya kelembagan Agroteknopark dan Kominten para Stakeholder yang menentukan terwujudnya Agroteknopark di Provinsi Banten.

Share this Post:

Artikel Lainnya: